Sabtu, 04 Januari 2014

Laporan Pendahuluan DEMENSIA

DEFINISI

Demensia adalah gangguan fungsi intelektual tanpa gangguan fungsi vegetatif atau keadaan yang terjadi. Memori, pengetahuan umum, pikiran abstrak, penilaian, dan interpretasi atas komunikasi tertulis dan lisan dapat terganggu. (Elizabeth J. Corwin, 2009)
Dimensia merupakan sindroma yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran ( Kusuma, 1997)
 

ETIOLOGI

Disebutkan dalam sebuah literatur bahwa penyakit yang dapat menyebabkan timbulnya gejala demensia ada sejumlah tujuh puluh lima. Beberapa penyakit dapat disembuhkan sementara sebagian besar tidak dapat disembuhkan (Mace, N.L. & Rabins, P.V. 2006).
Lima puluh sampai enam puluh persen penyebab demensia adalah penyakit Alzheimer. Alzhaimer adalah kondisi dimana sel syaraf pada otak mati sehingga membuat signal dari otak tidak dapat di transmisikan sebagaimana mestinya (Grayson, C. 2004). Penderita Alzheimer mengalami gangguan memori, kemampuan membuat keputusan dan juga penurunan proses berpikir.
 

TANDA DAN GEJALA

1.    Menurunnya daya ingat yang terus terjadi. Pada penderita demensia, “lupa” menjadi bagian keseharian yang tidak bisa lepas.
2.    Gangguan orientasi waktu dan tempat, misalnya: lupa hari, minggu, bulan, tahun, tempat penderita demensia berada
3.    Penurunan dan ketidakmampuan menyusun kata menjadi kalimat yang benar, menggunakan kata yang tidak tepat untuk sebuah kondisi, mengulang kata atau cerita yang sama berkali-kali
4.    Ekspresi yang berlebihan, misalnya menangis berlebihan saat melihat sebuah drama televisi, marah besar pada kesalahan kecil yang dilakukan orang lain, rasa takut dan gugup yang tak beralasan. Penderita demensia kadang tidak mengerti mengapa perasaan-perasaan tersebut muncul.
5.    Adanya perubahan perilaku, seperti : acuh tak acuh, menarik diri dan gelisah
 

PATOFISIOLOGI
   
    Perjalanan penyakit yang klasik pada dimensia adalah awitan (onset) yang dimulai pada usia 50 th atau 60 th dengan perburukan yang bertahap dalam 5 atau 10 th , yang sering berakhir dengan kematian . Usia awitan dan kecepatan perburukan bervariasi diantara jenis-jenis demensia dan katagori diasnogtik masing-masing individu.
Usia harapan hidup pada pasien dengan demensia tipe alzheimer adalah sekitar 8 tahun,dengan rentang 1 hingga 20 tahn.data penelitian menunjukkan bahwa penderita demensia dengan awitan dini atau dengan riwayat keluarga menderita demensia memiliki kemungkinan perjalanan penyakit yang lebih cepat.
Dari penelitian terbaru terhadap 821 penderita penykit lzheimer,rata rata angka harapan hidupadalah 3,5 tahun.sekali demensia didiagnosis,pasien harus menjalani pemeriksaan medis dan neurologis,karena10-15% pasien dengan dimensia potensial mengalamiperbaikan(reversible) jika terapi yang diberikan telah dimulai sebelum kerusakan otak yang permanen terjadi.
 

MASALAH KEPERAWATAN

1.    Gangguan proses berfikir b/d kehilangan  memory
2.    Defisit perawatan diri b/d penurunn daya ingat
3.    Koping keluarga tidak efektif b/d ketidak sanggupan keluarga untuk merawat


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar